adipura untuk kota cilacap

MEMAKNAI ADIPURA BAGI CILACAP BERCAHAYA

Yonas Suharyono

Cogan Kemenangan telah tertancap kukuh di tanah Cilacap. Cogan, panji, dan cetera berkibar-kibar mengitari Adipura, penghargaan penuh gengsi dari pemerintah untuk kategori kota terbersih, terindah, terindang  yang untuk pertama kalinya singgah dan akan bersemayam di Bumi Wijayakusuma Sakti itu. Lepas dari munculnya berbagai kasus yang akhir-akhir ini sangat memprihatinkan warga kota pojok itu, penghargaan Adipura telah membangkitkan gairah ‘wong tlatjap’ untuk memaknainya sebagai suatu predikat yang layak dimiliki setelah sekian tahun menunggu. Betapa tidak, di dalam situasi dan kondisi yang prihatin itu, Cilacap sudah layak disejajarkan dengan kota-kota besar di Jawa Tengah yang sudah lebih dulu merengkuh Adipura.

Sangat layak jika tahun ini Cilacap mampu meraih predikat kota kategori ‘sedang’ yang bersih, indah dan teduh dan sekian predikat lainnya karena sejak sepuluh tahun yang lalu Cilacap sudah dikondisikan seperti itu. Lihat saja penataan kota yang rapi, taman yang anggun didukung keindahan pantai yang membentang luas di sebelah selatan, yang jarang dijumpai di daerah lain. Kondisi demikian didukung juga oleh pesatnya perkembangan kota pada lima tahun terakhir. Perkembangan kota ke utara mencapai Bandara Tunggulwulung, sedangkan ke timur hingga batas Karangkandri yang merupakan pintu gerbang kota.

Jika kita menengok ke belakang, program kebersihan dan keindahan kota Cilacap sudah dirintis sejak era tahun 1990an, ketika Bupati cilacap periode 1987 hingga 1997 Muhammad Supardi mencanangkan sesanti Cilacap Bercahaya, akronim bebas dari Cilacap yang bersih, elok, rapi, ceria, hijau, aman, dan jaya ditambah berkilau. Bahkan sesanti itu diabadikan dalam gubahan lagu mars oleh seniman musik otodidak aseli Cilacap, Sumardi Hs, dengan judul yang sama dan selalu dinyanyikan dalam acara resmi mulai pendopo kabupaten hingga balai desa di seluruh pelosok Kabupaten Cilacap. Oleh karena itu pantaslah jika saat ini Adipura yang diidamkan itu terwujud.

Adipura oleh rakyat untuk rakyat

Yang boleh bangga atas penghargaan bergensi ini tentu saja bukan hanya pemerintah kabupaten yang dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Cipta Karya, Kebersihan dan Pertamanan (DCKKP), tetapi juga warga masyarakat yang sepenuhnya  mendukung terciptanya kota yang indah, bersih, teduh, tetapi berwibawa. Mereka adalah warga pasar, para bakul, wong terminal, warga lingkungan perumahan, pegawai perkantoran, warga sekolah yang menjadi sampel dan titik pantau yang diambil secara acak. Mereka, dengan segala daya upaya ikut menjaga dan peduli kebersihan lingkungan kotanya. Hampir tidak pernah terdengar Satpol PP Cilacap ribut dengan warga hanya karena penggusuran pedagang kaki lima seperti yang terjadi di tempat lain.  Bahkan pedagang kaki lima yang sudah bertahun-tahun menempati areal alun-alun rela digeser ke tempat lain meskipun menurut mereka tempat tersebut kurang strategis.

Keterlibatan  masyarakat dalam mewujudkan kondisi kota yang cantik juga terlihat tidak saja dalam rangka menggapai Adipura, tetapi setiap ada peristiwa bersejarah yang  memerlukan seremonial, warga selalu antusias memenuhi jalan kota. Karakteristik masyarakat kota Cilacap yang demikian didukung juga oleh seringnya diselenggarakan pesta rakyat seperti sedekah laut, peringatan hari jadi, pesta budaya, dan sejumlah agenda tahunan lainnya.

Jabat hangat dan ucapan  selamat layak disampaikan kepada Kepala BLH dan Kepala DCKKP Kabupaten Cilacap  yang sudah begitu bersemangat dan gigih mengatur strategi termasuk melakukan sosialisai program kepada seluruh komponen masyarakat yang menjadi titik pantau penilaian. Sehebat apa pun program yang dicanangkan tanpa adanya unjuk kerja semua komponen, mustahil berhasil.

Komponen penilaian

Jika melihat aspek penilaian yang ditetapkan tim penilai pusat yang meliputi komponen kebersihan, sebaran dan fungsi pohon peneduh, penghijauan, pedagang kaki lima, drainase, keberadaan tempat sampah, serta pengelolaan sampah yang ditekankan pada pemilahan sampah dan pengolahannya, Cilacap sudah memenuhi semua kriteria tersebut. Nilai 75 yang diraih Cilacap sudah jauh melampaui batas minimal yang ditetapkan tim penilai. Tidak terkecuali, sekolah-sekolah yang menjadi unsur  pendukung titik pantau juga ikut menjadi penentu keberhasilan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: