Artikel Best Practice

PEMBELAJARAN MENELAAH EJAAN TEKS DESKRIPSI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
DI KELAS VIIA SMP NEGERI 1 CILACAP

SUKARNI*)
ABSTRAK
Kata Kunci: menelaah, teksdeskripsi, Jigsaw
Kesulitan dalam pembelajaran telaah teks adalah dalam menelaah teks khususnya telaah kebahasaan. Lebih-lebih siswa dihadapkan pada telaah kebahasan aspek penggunaan ejaan. Mereka menganggap materi telaah merupakan materi tersulit pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini dialami oleh siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Cilacap Tahun Pelajaran 2015/2016. Oleh karena itu, penulis selaku guru mata pelajaran bahasa Indonesia mengatasi masalah ini dengan menggunakan model pempelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penerapan model pembelajaran koperatif tipe Jigsaw menunjukkan keefektifan dalam pembelajaran menelaah ejaan teks deskripsi. Dari 30 siswa kelas VIIA yang diteliti, yang memperoleh nilai kategori sangat baik 18 siswa atau 60%, memperoleh nilai kategori baik 8 siswa atau 26,7%, memperoleh nilai kategori cukup 4 siswa atau 13,3%, tidak ada siswa yang memperoleh nilai kategori kurang dan sangat kurang. Rata-rata kelas 86,33. Dengan demikian nilai siswa secara keseluruhan termasuk kategori baik. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw juga membuktikan siswa menjadi lebih aktif.

PENDAHULUAN
Latar belakang
Kurikulum 2013 diterapkan untuk menggantikan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP). Kurikulum 2013 masuk masa percobaan pada tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah sebagai sekolah rintisan pelaksana kurikulum 2013. SMP Negeri 1 Cilacap merupakan salah satu dari enam sekolah rintisan di Kabupaten Cilacap.
Kurikulum 2013 memiliki tiga kompetensi dasar, yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dalam mata pelajaran bahasa Indonesia terdapat kompetensi dasar keterampilan menelaah teks. Dalam kompetensi dasar tersebut diharapkan siswa mampu menelah teks baik telaah struktur teks maupun kebahasaan.
Permasalahan yang muncul di kelas pada pembelajaran telaah teks adalah kesulitan dalam menelaah teks khususnya telaah kebahasaan. Lebih-lebih siswa dihadapkan pada telaah kebahasan aspek penggunaan ejaan. Mereka menganggap materi telaah merupakan materi tersulit pada mata pelajaran bahasa Indonesia.Hal ini dialami oleh siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Cilacap Tahun Pelajaran 2015/2016.
Kompetensi menelaah kebahasaan khususnya menelaah ejaan bagi siswa SMP Negeri 1 Cilacap saat ini kurang berkembang. Informasi ini diperoleh setelah diadakan observasi dan wawancara. Berdasarkan informasi yang diperoleh, ketidakberkembangan kompetensi menelaah ejaan siswa disebabkan beberapa kendala. Ada dua kendala yang teridentifikasi sebagai penghambat proses pembelajaran menelaah ejaan, yaitu: Pertama, penguasaan ejaan siswa masih rendah. Ejaan bagi mereka adalah sesuatu hal yang baru. Ada sebagian yang memahami ejaan, tetapi tidak secara mendalam. Hal ini disebabkan pembelajaran ejaan tidak dipelajari secara khusus di jenjang sekolah sebelumnya. Kedua, siswa sering terlihat kurang berminat menelaah ejaan karena kegiatan menelaah dianggap sulit dan kurang menarik. Hal tersebut bisa disebabkan juga oleh guru yang hanya menyajikan pembelajaran menelaah dengan metode ceramah, tanpa menggunakan teknik yang menarik atau disukai siswa. Akibatnya ketika guru menyampaikan materi pelajaran, para siswa tidak memperhatikan penjelasan guru.
Bertolak pada masalah-masalah di atas guru/peneliti tertarik untuk meningkatkan kemampuan menelaah ejaan teks deskripsi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Dengan upaya ini diharapkan suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, menarik, dan meningkatkan kemampuan menelaah ejaan siswa .Dengan demikian, pembelajaran di kelas lebih berkualitas.
Rumusan Masalah dan Pemecahannya
Berdasarkan latar belakang masalah di atas permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah proses penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan kemampuan menelaah ejaan pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Cilacap?”
Secara lebih rinci rumusan masalah tersebut dapat dijabarkan dalam bentuk pertanyaan penelitian sebagai berikut : (1) Bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan kompetensi menelaah ejaan teks deskripsi pada siswa kelas VIIA semester 1 SMP Negeri 1 Cilacap tahun pelajaran 2015/2016? (2) Seberapa besar peningkatan menelaah ejaan teks deskripsi setelah mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas VIIA semester 1 SMP Negeri 1 Cilacap tahun pelajaran 2015/2016? (3) Bagaimana perubahan keaktifan yang menyertai peningkatan menelaah ejaan teks deskripsi setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas VIIA semester 1 tahun pelajaran 2015/2016?
Adapun pemecahan masalah pada penelitian ini dilakukan dengan memberikan pembelajaran menelaah ejaan melalui media penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Pemilihan model pembelajaran ini dalam pembelajaran menelaah ejaan dengan alasan penggunaan model pembelajaran ini lebih menarik dan bisa digunakan untuk mempelajari beberapa aspek materi sekaligus.
Tujuan Penelitian
Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah di atas, penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut : (1) Secara umum penelitian ini bertujuan agar hasilnya nanti dapat menjadi masukan bagi guru, siswa, dan orang tua untuk selalu berupaya mengefektifkan pembelajaran dan membina kemampuan berbahasa terutama menelaah. (2) Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimanakah model pembelajaran yang digunakan guru dapat meningkatkan kemampuan menelaah ejaan siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Cilacap Tahun Pelajaran 2015/2016.

Manfaat Penelitian
Penelitian ini bermanfaat bagi :
Bagi siswa, (1) Peningkatan minat siswa terhadap teks. (2) Peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran. (3) Peningkatan kemampuan menelaah siswa. Guru peneliti, (1) Meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. (2) Meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. (3) Mengidentifikasi kesulitan siswa sekaligus mencari pemecahannya. (4) Bermanfaat bagi pengembangan profesionalisme.
Bagi guru lain (1( Dapat memotivasi guru menidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi dan menentukan tindakan untuk memecahkan masalah tersebut. (2) Dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penyusunan perangkat. Sedangkan bagi sekolah, hasil penelitian ini bagi sekolah dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan profesionalisme guru.

PEMBAHASAN
Menelaah
Dalam kamus Besar bahasa Indonesia (Pusat Bahasa, 2008:1160), menelaah adalah mempelajari, menyelidiki,mengkaji, memeriksa.
Ejaan
Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dengan kaidah tulis-menulis yang distandardisasikan. Lazimnya, ejaan mempunyai tiga aspek, yakni fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad, aspek morfologi yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis dan aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran tanda baca (Badudu,1990:7). Keraf (1988:51) mengatakan bahwa ejaan ialah keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambing-lambang bunyi ujaran dan bagaimana interrelasi antar lambing-lambang itu (pemisahannya, penggabungannya) dalam suatu bahasa.. Adapun menurut KBBI(2008:250) ejaan ialah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca. Dengan demikian secara sederhana dapat dikatakan bahwa ejaan adalah seperangkat kaidah tulis-menulis yang meliputi kaidah penulisan huruf, kata, dan tanda baca.
EYD (Ejaan yang Disempurnakankan) adalah tata bahasa dalam Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan mulai dari pemakaian dan penulisan huruf kapital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan. EYD diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan.
Teks Deskripsi
Teks deskripsi adalah teks yang berisi gambaran sifat-sifat benda yang dideskripsikan. Dengan kalimat deskripsi, pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan sendiri tentang hal yang disampaikan dalam suatu teks. Dengan kata lain, kalimat deskripsi merupakan kalimat yang melukiskan sesuatu, menyatakan apa yang diindra, melukiskan perasaan, dan perilaku jiwa dalam wujud kalimat (Widayati, dalam http://www.g-excess.com/pengertian-dan-struktur-teks-deskripsi-html)
Struktur teks deskriptif terdiri atas: (1) deskripsi umum, (2) deskripsi bagian. Teks deskipsi memiliki ciri-ciri sebagai berikut : (1) Teks deskripsi menggambarkan atau melukiskan sesuatu. (2) Penggambaran di dalam pargraf tersebut dilakukan dengan sangat jelas dan terperinci dan turut melibatkan kesan indera. (3) Saat pembaca membaca teks deskripsi, pembaca seolah-olah merasakan, melihat, atau mengalami sendiri apa yang sedang dibicarakan di dalam paragraf tersebut. (4) Teks ini menjelaskan ciri-ciri fisik objek seperti warna, ukuran, bentuk dan keadaan suatu objek dengan terperinci.
Model Pembelajaran Jigsaw
Jigsaw adalah tipe pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Elliot Aronson’s, (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, and SNAPP, 1978). Model pembelajaran ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada kelompoknya. Sehingga baik kemampuan secara kognitif maupun social siswa sangat diperlukan. Model pembelajaran Jigsaw ini diladasi oleh teori belajar humanistik, karena teori belajar humanistic menjelaskan bahwa pada hakekatnya setiap manusia adalah unik, memiliki potensi individual dan dorongan internal untuk berkembang dan menentukan perilakunya.
Teknik mengajar Jigsaw sebagain metode pembelajaran kooperatif bisa digunakan dalam pengukuran membaca, menulis, mendengarkan ataupun berbicara. Teknik ini menggabungkan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara sehingga dapat digunakan dalam beberapa mata pelajaran, seperi ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sscial, matematika, agama, dan bahasa. Teknik ini cocok untuk semua kelas/ tingkatan.
Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang dengan memperhatikan keheterogenan dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok lain (Arends, dalam http://akhmadsudrajat,wordpress.com/2008/11/03/makalah-dan-artikel/).
Dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, terdapat kelompok ahli dan kelompok asal. Kelompok asal adalah kelompok awal siswa terdiri dari berapa anggota kelompok ahli yang dibentuk dengan memperhatikan keragaman dan latar belakang. Sedangkan kelompok ahli, yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok lain (kelompok asal) yang ditugaskan untuk mendalami topik tertentu untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.
Di sini, peran guru adalah memfasilitasi dan memotivasi para anggota kelompok ahli agar mudah untuk memahami materi yang diberikan.
Kunci tipe Jigsaw ini adalah interdependence setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi yang diperlukan. Artinya para siswa harus memiliki tanggunga jawab dan kerja sama yang positif dan saling ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan memecahkan masalah yang diberikan.
Implementasi Menelaah Ejaan Teks Deskripsi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Jigsaw
Kompetensi dasar menelaah teks selalu ada pada setiap teks yang ada pada kurikulum 2013. Menelaah teks meliputi struktur teks dan bahasa. Salah satu bagian dari telaah bahasa adalah menelaah ejaan. Telaah ini dianggap oleh sebagian siswa sebagai materi yang sulit. Hal ini berakibat pada hasil pembelajaran yang tidak tuntas. Oleh karena itu, penulis selaku guru bahasa Indonesia menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan pembelajaran.
Langkah Pembelajaran Menelaah Ejaan Teks Deskripsi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. (1) Siswa VII A yang berjumlah 30 orang dibagi menjadi 5 kelompok. Selanjutnya kelompok ini disebut kelompok asal. Pembagian kelompok ini secara heterogen berdasarkan tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan kemampuan berbicara. (2) Masing-masing anggota kelompok asal mendapatkan tugas sub-sub materi ejaan meliputi penggunaan huruf besar, penulisan kata depan, penggunaan tanda koma, penulisan angka, penggunaan tanda titik, dan penggunaan tanda petik. (3) Tiap anggota dari kelompok asal yang mendapatkan materi yang sama berkumpul dalam kelompok ahli. (4) Dalam kelompok ahli, mereka membahas materi yang sama. (5) Tiap-tiap anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan materi yang didapat dari hasil pembicaraan dalam kelompok ahli. (6) Kelompok asal mendiskusikan lembar kerja berisi tugas menelaah ejaan yang meliputi telaah huruf besar, kata depan, angka, tanda titi, koma, dan tanda petik. (7) Kelompok asal mempresentasikan hasil diskusi. (8) Siswa mengerjakan penilaian individu.

Deskripsi Hasil Nilai menelaah Ejaan Teks Deskripsi Siswa Kelas VII A SMP Negeri 1Cilacap Tahun Pelajaran 2015/2016

Nilai Menelaah Ejaan Teks Deskripsi Siswa VIIA Tahun pelajaran 2015/2016.

Data  dari hasil observasi menunjukan bahwa dari 30 siswa yang diteliti, yang memperoleh nilai kategori sangat baik 18 siswa atau 60%, memperoleh nilai kategori baik 8 siswa atau 26,7%, memperoleh nilai kategori cukup 4 siswa atau 13,3%, tidak ada siswa yang memperoleh nilai kategori kurang dan sangat kurang. Sedangkan skor yang diperoleh 2590 dengan rata-rata kelas 86,33 dengan kategori nilai baik. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai keterampilan menelaah ejaan kelas VIIA baik.
Deskripsi Aktivitas Siswa dan Guru dalam Pembelajaran Menelaah Ejaan Teks Deskripsi Siswa Kelas VII A SMP Negeri 1Cilacap Tahun Pelajaran 2015/2016
Hasil penelitian nontes diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket. Berikut ini pemaparan data nontes tersebut.

Hasil Observasi Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran

Observasi dilakukan untuk mengetahui keaktifan siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan observer ada 43,3% siswa yang kurang aktif ( siswa hanya mengikuti kegiatan 1-3), siswa yang aktif sebanyak 56,7% (siswa mengikuti kegiatan 1-4), siswa yang sangat aktif sebanyak 53,3%( siswa mengikuti kegiatan 1-5), dan siswa yang keaktifannya sempurna sebanyak 23,3% (siswa mengikuti kegiatan 1-6). Berdasarkan hasil pengamatan, pembelajaran di kelas tersebut cukup aktif.
Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru dan Aktivitas Guru dalam Proses Pembelajaran
Observasi terhadap pembelajaran yang dilakukan observer meliputi aspek 1) Kegiatan Perencanaan meliputi (1) menyiapkan RPP, (2) menyiapkan dan mengecek kelengkapan bahan dan peralatan, (3) menyiapkan lembar pengamatan siswa, (4) menggali pengetahuan awal siswa dengan pertanyaan, (5) memotivasi siswa agar siap mengikuti PBM, (6) mengulas kembali materi pembelajaran sebelumnya, 2) Kegiatan Utama yang meliputi (1) Mengajukan pertanyaan yang relevan dengan konsep, (2) Mengajukan pertanyaan yang bervariasi, (3) Mengajukan pertanyaan yang membuat siswa berpikir (4) ketepatan dalam penggunaan waktu, (5) Mengembangkan Susana pembelajaran yang menyenangkan, (6) interaksi selama proses pembelajaran, (7) proses pembelajaran berkatan dengan kehidupan sehari-hari, (8) Penggunaan alat dan bahan pembelajaran yang sesuai, (9) Interaksi selama pembelajaran, (10) Memicu interaksi antarsiswa, (11) Membimbing siswa dalam melaksanaan tugas, (12) Penggunaan bahasa dan volume suara, (13) membimbing siswa dalam melakukan pengamatan, mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengomunikasikan, mengolah, dan menfsirkan data, (14) membimbing siswa dalam melakukan penjelasan hasil diskus, (15) membimbing siswa dalam membuat simpulan berdasarkan hasil diskusi, (16) membimbing siswa dalam menarik simpulan yang tepat, (17) Memberikan penyelesaian terhadap permasalahan yang dihadapi siswa, 3) Kegiatan Pemantapan meliputi (1) mengevaluasi hasil belajar siswa sesuai tujuan pembelajaran, (2) membuat ringkasan hasil proses pembelajaran, (3) memberikan pertanyaan dalam bentuk lisan atau tertulis, (4) memberi umpan balik terhadap kesalahan dan kelemahan siswa, (5) memberikan tugas.
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, observer menyatakan bahwa semua aspek terpenuhi kecuali dalam pengelolaan waktu.
Observasi terhadap aktivitas guru dalam proses pembelajaran yang dilakukan observer meliputi aspek 1) Menyampaikan tujuan pembelajaran (1) menggali pengetahuan awal, (2) mengemukakan masalah, (3) memotivasi siswa, (4) membentuk kelompok diskusi, (5) Memberi penjelasan cara kerja kelompok, (5) membimbing kelompok, (6) Mengamati pelaksanaan diskusi, (7) berperan sebagai fasilitator, (8) memotovasi kelompok untuk bertanya, (9) memotivasi kelompok untuk menyelesaikan tugas, (10) memberi waktu waktu melaporkan hasil kelompok, (11) membimbing melakukan presentasi, (12) membimbing menyusun simpulan, (13) membimbing refleksi, (14) memberikan kuis, (15) memberikan tugas kokurikuler.
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, observer menyatakan bahwa semua aspek terpenuhi kecuali dalam memberikan waktu menyelesaikan kerja kelompok. Hal ini terbukti masih ada 1 kelompok yang belum menyelesaikan tugasnya pada saat waktu mengerjakan tugas telah selesai.

Hasil Wawancara tentang Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Kegiatan wawancara dilakukan setelah selesai pembelajaran. Sasaran wawancara adalah difokuskan pada enam siswa yaitu dua siswa mendapat nilai tinggi, dua siswa mendapat nilai sedang, dan dua siswa mendapat nilai rendah.. Wawancara ini mengungkap 8 butir pertanyaan sebagai berikut (1) bagaimana tanggapanmu terhadap model yang sedang berlangsung (2) apakah model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dapat memicu siswa lebih aktif dalam pembelajaran,(3) apakah model pembelajaran yang diterapkan oleh guru menyenang bagi siswa (4) menurutmu, apakah model pembelajaran yang diterapkan oleh guru merupakan model baru, (5) apakah jika model pembelajaran yang diterapkan oleh guru juga diterapkan oleh guru mata pelajaran yang berbeda, (6) bagaimana perasaanmu ketika ditunjuk oleh guru untukmenjawab pertanyaan berkaitan dengan materi pelajaran, (7) apakah teman-temanmu aktifmu aktif dalam mengikuti diskusi, (8) menurutmu berapa persen temanmu dalam kelompok aktif dalam melakukan diskusi.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap keenam siswa tersebut, dapat diketahui bahwa keenam siswa menyatakan bahwa model pembelajaran menarik, menyenangkan, memicu anak untuk lebih aktif dalam pembelajaran, dan model pembelajaran tersebut dapat diterapkan pada semua mata pelajaran. Lima orang menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif Jigsaw termasuk baru bagi mereka dan satu orang menyatakan bukan model pembelajaran baru. Lima orang siswa menyatakan senang ketika ditunjuk guru untuk menjawab pertanyaan dan satu orang menyatakan biasa saja. Keenam siswa menyatakan bahwa para siswa aktif dalam mengikuti diskusi. Keenam siswa juga menyatakan persentase keaktifan siswa mencapai 50% – 100%.
Hasil Angket tentang Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Pengisian angket dilakukan oleh seluruh siswa kelas VIIA sebagai sumber data. Pengisian angket dilakukan setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw. Tujuan diadakan angket adalah untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Angket terdiri dari aspek yaitu (1) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menjadikan pembelajaran menarik(2) model pembelajaran pembelajran kooperatif tipe Jigsaw memudahkan terhadap materi pembelajaran, (3) suasana dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menjadi lebih menarik, (4) model pembelajaran tipe Jigsaw membimbing siswa memperoleh pengalaman yang berarti (5) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan teknik baru dalam pembelajaran bahasa Indonesia, (6) siswa merasa tertarik dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, (7) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, (8) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memudahkan siswa menelaah ejaan teks deskripsi (9) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw tidak membedakan anak pintar dan kurang pintar (10) model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Masing-masing pernyataan mempunyai empat pilihan jawaban, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S) , ragu-ragu (R), Tidak Setuju (TS), dan Sangat tidak setuju (STS).
Berdasarkan hasil angket menunjukan aspek pertama siswa yang menjawab SS (Sangat Setuju) berjumlah 17 orang (56,7%), siswa yang menjawab Setuju (S) berjumlah 13 orang (43,3%). Aspek kedua, 10 orang (33,3%) menjawab Sangat Setuju (SS), 13 orang (43,3%) menjawab Setuju (S), 6 orang (6,9%) menjawab Ragu-ragu (R), dan 1 orang menjawab Tidak Setuju (TS). Aspek ketiga, 20 orang (66,7%) menjawab Sangat Setuju (SS), 8 orang (26,7%) menjawab Setuju (S), dan 2 siswa (6,7%) menjawab ragu-ragu. Aspek keempat, 10 (33,3%) menjawab Sangat Setuju (SS), 17 orang (56,7%), dan 3 (10%) orang menjawab Ragu-ragu(R). Aspek kelima, 17 orang (55,7%) menjawab Sangat Setuju (SS), 10 orang (33,3%) menjawab Setuju (S), 2 orang menjawab Ragu-ragu, dan 1 orang menjawab Tidak Setuju (TS). Aspek kenam, 10 orang (33,3%) menjawab Sangat Setuju (SS), 14 orang (46,7%) menjawab Setuju (S), dan 6 orang (20%) menjawab ragu-ragu(R). Aspek ketujuh, 17 orang (56,7%) menjawab Sangat Setuju (SS), 13 orang (43,3%) menjawab Setuju (S). Aspek delapan, 8 orang (26,7%) menjawab Sangat Setuju (SS), 16 (53,3%) menjawab Setuju (S), 5 (16,7%) menjawab ragu-ragu(R), dan 1 orang (3,33) menjawab Tidak Setuju (TS). Aspek kesembilan, 15 orang (50%) menjawab Sangat Setuju (SS), 11 orang (36,7%) menjawab Setuju (S), 1 siswa (3,3%) menjawab Ragu-ragu (R). Aspek kesepuluh, 19 orang (63,3%) menjawab Sangat Setuju (SS), 11 orang (36,7%). Total siswa yang menyatakan setuju terhadap 10 aspek angket penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw ada 47,7%, siswa yang menyatakan setuju sebanyak 42%, siswa yang menyatakan ragu-ragu 9,3%, dan siswa yang tidak setuju 1%.

SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan pembahasan dan pemecahan masalah sebagaimana yang telah diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Pembelajaran menelaah ejaan teks deskripsi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Cilacap tahun pelajaran 2015/2016 memperoleh nilai tertinggi 100, nilai terendah 58, dan rata-rata 86,33 . Dengan demikian secara keseluruhan siswa memperoleh nilai kategori baik. (2) Pembelajaran menelaah ejaan teks deskripsi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw juga meningkatkan keaktifan siswa
Saran
Berdasarkan kesimpulan sebagaimana telah diuraikan di atas, dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut. (1) Kepada para guru untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada KD menelaah ejaan pada teks tertentu. (2) Kepada pihak sekolah disarankan untuk memberikan motivasi kepada para guru untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada KD menelaah ejaan teks tertentu. (3) Kepada peneliti lain disarankan agar mencoba melakukan penelitian tindakan kelas/best practice dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk menelaah ejaan pada teks tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Badudu, J.S.1990. Ejaan Bahasa Indonesia.Bandung. Pustaka PrimaDepdiknas. 2009. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Gramedia.Pusat Pembinaan Bahasa Indonesia. 2013. Pedoman Umum Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah.
Bandung: Yrama Widya

http://akhmadsudrajat,wordpress.com/2008/11/03/makalah-dan-artikel(diakses
tanggal 22 Oktober 2015 pukul 10.00)

http://www.kelasindonesia.com/2015/03/pengertian-contoh-paragraf-deskripsi-dan-ciri-
ciri-html(diakses tanggal 23 Oktober 2015 pukul 08,00)

http://www.g-excess.com/pengertian-dan-struktur-teks-deskripsi-html(diakses pada tanggal 24 Oktober 2015 pukul 08.00)

*) SUKARNI, S.Pd, Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Cilacap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: